Selasa, 17 Februari 2015

Mengenal Proxy Server Beserta Fungsinya

Pengertian

Proxy server adalah sebuah server (penyedia layanan) yang menjadi perantara (gateway) antara komputer client dengan web server untuk bisa terhubung dengan internet. Bisa dikatakan proxy server sebagai pihak ketiga yang menjembatani setiap perintah yang dilakukan komputer client untuk disampaikan kepada web server. Kemudian web server yang menerima request (permintaan) dari proxy server tadi akan menampilkan request yang dibutuhkan proxy server, dan proxy server melanjutkannya ke komputer client.

Dengan cara kerja seperti ini, otomatis perintah yang dilakukan komputer client tidak akan diketahui oleh web server. Sebab, web server akan mengira perintah yang diterimanya berasal dari proxy server. Itulah kenapa, penggunaan proxy server ini pada umumnya dipakai untuk menyembunyikan identitas komputer client dengan tujuan untuk menghindari pemblokiran akses ke suatu server tertentu.

Karena kadang-kadang, ada web server yang membuat kebijakan dengan memblokir situs-situs tertentu seperti misalnya web server di sebuah sekolah atau di kampus yang memblokir situs-situs jejaring sosial. Akan tetapi, hal ini tidak akan berlaku jika kita menggunakan proxy server. Sebab, yang akan terlihat pada lalu lintas data di web server tersebut, komputer kita tidak sedang melakukan perintah terhubung ke situs-situs jejaring sosial, melainkan yang tampak kita terhubung ke proxy server.


Gambar 1. Mekanisme Proxy Server

Fungsi Proxy Server

Pembahasan di atas hanya salah satu fungsi yang bisa kita dapatkan dari proxy server. Fungsi yang yang tak kalah cukup menarik adalah penggunaan proxy server dapat menghemat penggunaan bandwidth pada suatu jaringan. Ini karena, salah satu fungsi proxy server adalah memiliki mekanisme cache (penyimpanan objek yang pernah diminta komputer client).

Dengan demikian, apabila komputer client ingin membuka kembali objek/situs yang sebelumnya pernah dibuka komputer client, dalam hal ini proxy server tidak perlu melakukan request ke web server lagi, karena objek yang diminta sudah tersimpan data-datanya. Hal ini juga akan mempermudah dan mempercepat terprosesnya perintah dari komputer client.

Selain itu, fungsi lain dari proxy server adalah filtering. Artinya proxy server mampu melindungi kedua belah pihak, baik itu komputer client ataupun web server dari adanya gangguan-gangguan yang bisa membahayakan baik itu yang berasal atas perintah komputer client, ataupun yang berasal dari jaringan luar. Misalnya mencegah mengakses situs-situs yang mengandung konten-konten yang tidak diinginkan/berbahaya, seperti mengakses situs yang mengandung virus, konten porno, trojan, dan lain-lain.

Ada beberapa proxy server yang cukup terkenal yang bisa anda gunakan, diantaranya : http://webproxy.to/, http://aliveproxy.com/, http://free-proxyserver.com/, https://www.proxyserver.com/, dan masih banyak lagi tinggal anda searching di google akan banyak menampilkan penyedia proxy server gratis.

Kelemahan

Kekurangan penggunaan proxy server pada suatu jaringan adalah menciptakan proses yang panjang sehingga memerlukan waktu yang cukup lama untuk menampilkan perintah komputer client jika perintah tersebut tidak pernah dilakukan sebelumnya.

Misalnya ingin membuka situs yang baru. Maka harus melalui mekanisme seperti biasa, dari komputer client menuju proxy server, lalu dari proxy server ke web server. Balik lagi dari web server ke proxy server, barulah perintah komputer dapat tampil. Tentunya apabila perintah tersebut sudah pernah dijalankan sebelumnya, maka tidak perlu menunggu waktu yang lama untuk menampilkannya.

Kelemahan yang lain, apabila proxy server tidak melakukan update cache atas data-data yang tersimpan. Maka data yang akan ditampilkan manakala komputer client melakukan perintah/request data tersebut maka yang akan diterima masih menggunakan data yang belum update.

Oleh : Roma Doni
Referensi :
1. http://www.kajianpustaka.com/2013/09/pengertian-manfaat-dan-fungsi-proxy.html
2. http://www.patartambunan.com/pengertian-proxy-dan-kegunaan-proxy-pada-jaringan-internet/
3. http://www.kamusq.com/2013/09/proxy-server-adalah-pengertian-dan.html
Referensi Gambar :
1. http://www.patartambunan.com/pengertian-proxy-dan-kegunaan-proxy-pada-jaringan-internet/

Rabu, 20 Agustus 2014

Perbedaan Antara Hub, Switch dan Router

Pada zaman teknologi serba maju ini, kitapun dituntut untuk mengenal lebih banyak teknologi yang digunakan saat ini. Salah satu teknologi tersebut adalah jaringan. Dalam ilmu jaringan, terdapat beberapa alat yang digunakan untuk keperluan tersebut, alat tersebut antara lain adalah hub, switch, dan router. Mungkin bagi beberapa maniak jaringan sudah tidak asing lagi mendengar dan mengetahui 3 barang di atas, namun untuk beberapa orang awam mungkin membutuhkan informasi maupun ilmu tentang alat tersebut. Beruntung karena saya di sini akan membahas satu per satu pengertian dan perbedaan dari ketiga barang tersebut. Nah, langsung saja tengok pada tulisan di bawah ini, cekidot.

Hub

Hub? Apakah itu semacam hubungan? Haha, mungkin bila ini artikel tentang cinta, hal itu bisa diterima, tetapi ini adalah artikel tentang jaringan, jadi pengertian tersebut salah. Hub adalah alat penghubung antar-user, tetapi paket yang dihubungkan (misalnya email, data, grafik) tersebut dikirimkan melalui semua port yang terdapat pada hub. Nah, ada yang masih bingung dengan pengertian di atas? Untuk lebih mudahnya, saya akan memberikan gambaran mudahnya. Misalnya sebuah hub memiliki 8 port, pada user yang menggunakan port 1 dengan IP: 192.168.1.1 mengirimkan sebuah data yang menuju ke port 4 dengan IP: 192.168.1.4.



Nah, dalam kasus seperti ini, data tersebut tidak langsung menuju ke port 4, tetapi dia akan menuju ke semua port, dari port 2 sampai dengan 8 untuk mencari alamat IP: 192.168.1.4. Apakah hal ini efisien? Tentu tidak. Karena tujuan kita hanya 1 port, mengapa semua port harus kita kirimkan data yang sama? Itu seperti kita mengirim surat untuk 1 alamat, tetapi ke 7 alamat tersebut juga mendapatkan surat yang sama. Karena kegunaannya hub sering digunakan untuk sebuah institut yang memiliki banyak komputer / device untuk dihubungkan menjadi 1 jalur. Sebenarnya hub itu dibagi menjadi 2, yaitu hub Pasif dan hub Aktif, tetapi saya tidak akan membahas hal tersebut di sini. Nah, sudah mengetahui kan pengertian hub? Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar berikut ini!



Switch

Sekarang kita akan membahas alat yang lebih cerdas daripada hub. Apakah itu? Yup, switch. Switch di sini bukanlah sebuah tombol ya, tetapi switch di sini adalah alat penghubung antar-user, tetapi paket yang dihubungkan (misalnya email, data, grafik) tersebut dikirimkan melalui port yang dituju. Dari sini kita sudah mengetahui perbedaan yang mencolok antara switch dan hub. Supaya anda lebih mudah memahaminya lagi, saya akan memberikan gambaran untuk anda. Misalnya ada sebuah user yang menggunakan port 3 dengan IP: 192.168.1.3 akan mengirimkan data menuju ke port 5 dengan IP: 192.168.1.5. Data yang dikirim tersebut akan langsung menuju ke port 5, tidak melalui semua port seperti hub. Sama seperti hub, switch biasa digunakan untuk sebuah institut yang memiliki banyak komputer / device untuk dihubungkan menjadi 1 jalur. Dan untuk switch, sebenarnya terdapat 2 macam switch yang berbeda, yaitu switch Manageable dan switch Non-Manageable. Untuk perbedaannya silakan anda bertanya pada Mbah Google yang lebih pintar.





Router

Router, berasal dari kata route yang artinya rute atau jalan. Lalu, apa hubungannya jalan dengan alat ini? Sebenarnya hubungannya terdapat pada fungsinya. Secara sederhana, pengertian router adalah alat yang digunakan untuk menghubungkan 2 user atau lebih dengan IP address yang memiliki network ID yang berbeda, bukan hanya host ID yang berbeda. Untuk lebih jelasnya, coba perhatikan contoh berikut ini. IP: 192.168.1.1 memiliki network ID: 192.168.1 dan host ID: 1, IP: 192.167.1.1 memiliki network ID: 192.167.1 dan host ID: 1, nah coba tebak, IP: 192.170.1.3 memiliki network ID dan host ID berapa? Yup, memiliki network ID: 192.170.1 dan host ID: 3. Mungkin untuk penjelasan tentang network ID dan host ID bisa mencari di Google atau artikel lainnya, karena bila saya menjelaskan semua, akan menghabiskan halaman dari artikel yang saya buat.



Lalu bila IP address yang memiliki network ID yang sama, apakah tidak bisa? Tentu saja bisa! Coba bandingkan dengan hub maupun switch bila ingin berkomunikasi dengan 2 IP dengan network ID yang berbeda, misalnya 192.168.1.1 dengan 192.167.1.1, maka tidak akan bisa. Nah di sinilah fungsi router digunakan, router akan meneruskan data yang dikirim meskipun dengan network ID yang berbeda. Router biasa digunakan untuk menghubungkan 2 institut, misalnya gedung perkantoran dengan gedung sekolah, karena jelas masing2 institut memiliki network ID yang berbeda. Banyak sekali macam-macam router yang ada di dunia ini, tetapi yang sering saya gunakan adalah router MikroTik. Karena router tersebut sangat nyaman digunakan dan sangat User-Friendly.



Penulis: Muhamad Helmi
Referensi: http://www.infoteknologi.com/network/perbedaan-hub-dan-switch/
Sumber Gambar:
hub = http://www.teqlog.com/wp-content/uploads/2012/02/8_Port_Mini_Ethernet_hub.jpg
switch = http://www.dlink.com/-/media/Images/Products/DGS/1008P/DGS1008PB1Image%20LSide.png
router = http://cdn.arstechnica.net/wp-content/uploads/2014/01/Linksys_WRT1900AC_router_Front_Final1-640x353.jpg