Rabu, 04 Desember 2013

Protokol Jaringan dan Jenis-Jenisnya (2)

  • Telecommunication Network (Telnet)

    Telnet adalah protokol jaringan yang digunakan pada jaringan internet berbasis LAN (Local Area Network) ataupun jaringan berbasis komunikasi dua arah (client-server). Umumnya protokol ini dipakai untuk membangun sambungan ke TCP dengan nomor port 23. Telnet memungkinkan komputer host anda menjadi terminal komputer supaya terkoneksi ke internet. Namun jaringan yang berhasil dibangun tidak bersifat mengenkripsi data, termasuk pemakaian password. Fungsi protokol telnet dalam pemakaiannya: membuat koneksi network, membaca input pengguna, perubahan input menjadi format yang dapat diterima oleh server, menerima output dari server, menampilkan hasil client dengan format standar pada layar monitor.

  • SSH (Secure Shell)

    Protokol ini dibangun terutama untuk menggantikan Telnet yang tidak teramankan, dan juga berfungsi melakukan pertukaran data dan pengendalian perangkat dari jarak jauh. SSH memiliki sistem yang dibangun sendiri, yaitu pada otentikasinya, otorisasi, juga enkripsinya. Pada sistem keamanan, SSH menggunakan kode identifikasi, enkripsi password serta adanya fitur tunneling (terowongan, di mana paket data diproses melalui jaringan yang berbeda). Perangkat yang terhubung menggunakan server protokol SSH dapat dikendalikan dari dalam sistem, oleh karena server telah tersambung pada sistem sendiri tanpa terkait pihak ketiga.

  • Secure Socket Layer (SSL)

    SSL adalah protokol pengamanan data ketika terjadi proses pengiriman antara web server dengan client. Protokol ini menggunakan metode enkripsi dalam komunikasi datanya. Seperti yang kita ketahui, semakin tinggi tingkatan enkripsi maka kesulitan pembobolan makin tinggi. Cara kerja protokol SSL: data yang diperoleh SSL, dibagi-bagi sesuai fungsinya, dilakukan pemfilteran dengan MAC, kemudian dienkripsi, setelah itu baru dikirim. Kelebihannya, data-data yang terkirim lebih aman, tidak mudah terdeteksi pihak lain. Protokol SSL sendiri memiliki dua sub-protokol : SSL handshake dan SSL record protocol.

  • Transport Layer Security (TLS)

    TLS adalah protokol pengamanan data mutakhir yang menggantikan SSL. Protokol ini menggunakan sertifikat X.509 dan karena itu kriptografi asimetri, untuk menjamin lawan bicara dengan siapa dia berbicara, dan untuk menukar kunci simetri. Kunci sesi ini kemudian digunakan untuk mengenkripsi aliran data di antara pihak-pihak terkait. Hal ini memungkinkan kerahasiaan data/pesan, dan kode otentikasi pesan untuk integritas dan otentikasi.

  • Hypertext Transfer Protokol (HTTP)

    WWW (World Wide Web) menggunakan protokol transfer utama yaitu HTTP. Protokol ini merupakan protokol berbasis client-server yang digunakan dalam pengaksesan web. Apa yang ditampilkan server tergantung perintah dari client. Hasilnya dapat berupa sumber utama ataupun penyaringan resource dari sumber-sumber terkait. Pada protokol HTTP pencarian dilakukan dengan dua operasi. Pertama, operasi Post, digunakan untuk mengirim informasi ke sumber dan meminta hasil pencarian dari server. Kedua, operasi Get, untuk memberikan atau menampilkan hasil berisi sumber yang diminta client.

  • Hypertext Transfer Protokol Secure (HTTPS)

    Adalah pengembangan protokol HTTP supaya menjadi teramankan. Data pada jaringan protokol HTTPS telah ter-enkripsi oleh protokol SSH sebagai sublayer dan menggunakan port 443. Keamanan data juga karena telah adanya otentikasi oleh server. Sehingga data-data yang ada bebas dari upaya penyadapan. Karena pembukaan sumber web yang anda minta sebelum ditampilkan telah dienkripsi lebih dulu oleh protokol HTTPS, maka seandainya anda melakukan registrasi dengan memasukkan data pribadi untuk dikirim ke server, data akan aman dari pihak ketiga yang belum terverifikasi.

  • Domain Name Sistem (DNS)

    Jenis protokol yang berfungsi sebagai penginput setiap daftar host server agar lebih mudah dilakukan pencarian terhadapnya. DNS dapat dioperasikan pada jaringan yang menggunakan TCP/IP. Pada web browser serta pengaturan jaringan pada koneksi modem biasanya DNS berupa kode-kode angka seperti halnya IP address. DNS dalam hal ini membantu memetakan host name komputer agar memudahkan pencarian.

(bersambung)

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Protokol_%28komputer%29
http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2013/06/24/jenis-jenis-protokol-dan-fungsinya-pada-jaringan-komputer-571903.html
#Berbagai Sumber Lainnya


Related Posts :