Selasa, 24 Desember 2013

Tipe-Tipe Kabel Jaringan (2) Habis

  • Kabel Coaxial

    Berbeda dari kedua jenis kabel sebelumnya, kabel Coaxial hanya terdiri atas satu kabel utama sebagai penghubung. Kabel utama (konduktor) yang posisinya berada tepat di tengah kabel tetap dilindungi oleh beberapa komponen penyusunnya. Ada 4 bagian penyusun kabel Coaxial : 1) konduktor utama terbuat dari tembaga 2) dilapisi oleh serabut konduktor di atasnya 3) dibungkus dengan aluminium foil atau juga berbahan kawat ground 4) lapisan luar, pembungkus berbahan plastik, namun sekarang ada juga kabel Coaxial pada lapisan luar sudah memakai bahan logam/metal.

    Kabel Coaxial yang dijual di pasaran ada dua jenis, yaitu kabel Coaxial berdiameter besar (thick coaxial cable) rata-rata 12 mm dan kabel coaxial berdiameter kecil (thin coaxial cable) rata-rata diameter 5 mm. Selain besar kecil diameternya, yang membedakan kedua jenis kabel Coaxial tersebut adalah spesifikasinya. Kalau yang thick coaxial cable standar spesifikasi yang digunakan bertipe IEEE 802.3 10BASE5, contohnya tipe RG-6, RG-8,RG-11. Sementara standar thin coaxial cable memakai tipe yang lebih kecil IEEE 802.3 10BASE2, contohnya tipe RG-58.

    Kabel Coaxial paling mudah kita jumpai pada antena TV, yaitu penyambung antara TV dengan antena, biasanya terletak di posisi belakang TV. Penggunaan kabel Coaxial sebagai penyambung antena TV bertujuan menambah spectrum frekuensi sinyal yang lebih besar dan mengurangi gangguan noise pada tampilan TV, karena konduktor utama berbahan tembaga dan bahan lain pada bagian penyusunnya akan melindungi penghantaran sinyal dengan baik dan mengurangi dampak elektromagnetik yang disebabkan oleh gangguan dari luar.



    Penggunaan Kabel Coaxial sedikit dipakai pada jaringan komputer sebab daya dukung kecepatan yang mampu dihasilkannya maksimal 10 mbps, jika pun digunakan itu sudah tidak menyeluruh untuk membangun sebuah topologi tertentu, tetapi hanya pada beberapa bagian saja, misalnya untuk menghubungkan PC dengan antena, atau device lain dengan antena. Di mana penghantaran sinyal analog pada kabel Coaxial berkualitas sangat baik.

  • Kabel Fiber Optic

    Kabel ini dibuat dan dibentuk dengan menggunakan peralatan-peralatan yang lebih canggih dan terbaru. Konduktor utama yang dipakai berupa serat plastik yang sudah dimodif sedemikian rupa sehingga dapat mentransmisikan sinyal dalam bentuk cahaya ke perangkat lain dengan kecepatan transfer tinggi. Bahan-bahan penyusunnya, filamen glas/core di bagian tengah, dilapisi bahan cladding, dilapisi lagi dengan bahan buffer coating, ditambah material penguat, kemudian dibungkus dengan bahan plastik sebagai pelindung terluar.

    Bentuk pentransmisian kabel Fiber Optic ada 2 model, single mode dan multi mode. Dengan tetap sinyal utama yang dihantarkan berupa cahaya hanya saja diteruskan dalam bentuk yang agak berbeda. Pada single mode, cahaya diteruskan berupa sinar Laser untuk menjangkau pentransmisian data yang lebih jauh. Pada multi mode, cahaya diteruskan dalam bentuk sinar LED (Light Emitting Diode) yang terbagi ke berbagai perangkat sehingga laju data yang diterima akan berkualitas rendah.



    Karena menggunakan sinar cahaya dalam penghantaran sinyalnya maka kecepatan pentransmisian data yang didukung kabel ini sangatlah cepat yaitu mampu mencapai pada kecepatan 1000 mbps dengan jangkauan yang lebih jauh dibanding kabel jaringan yang lainnya yaitu 3,5 Km dan mampu mengirim atau menerima data dalam kapasitas yang besar. Namun, teknologi yang tinggi tersebut mengharuskan harga yang mahal untuk dapat memakai kabel Fiber Optik ini dalam pemasangan jaringan, selain itu proses instalasi kabel ini juga lebih sulit, karena sifatnya tidak dapat diinstal pada jalur yang berbelok atau menikung tajam, jadi harus diatur sebisa mungkin pada jalur yang lurus.

Demikianlah tipe-tipe kabel yang sering digunakan untuk membangun sebuah jaringan, dikarenakan perangkat kabel termasuk salah satu unsur pokok dalam membangun jaringan, maka penting bagi kita untuk mengetahuinya agar dapat memahami perbedaan-perbedaan kabel tersebut sehingga kita bisa menentukan kabel yang seperti apa yang sesuai kebutuhan.

Oleh : Roma Doni
Referensi : www.jaringankomputer.org, id.wikipedia.org, http://ilmutkj2.blogspot.com, serta berbagai sumber lainnya.
Sumber Gambar :
pic 3 : kutikom.blogspot.com
pic 4 : racliencame.blogspot.com


Related Posts :