Selasa, 18 Februari 2014

8 Elemen Dasar Untuk Membangun Jaringan Kabel

Agar beberapa komputer di dalam sebuah jaringan kabel atau biasa disebut dengan LAN dapat saling berkomunikasi, tentunya dibutuhkan beberapa elemen dasar.

Elemen-elemen tersebut meliputi komponen hardware maupun software.

Di bawah ini akan dibahas beberapa perangkat keras (hardware) yang dibutuhkan untuk pembangunan jaringan kabel.

  1. Server

    Sebuah komputer server berfungsi untuk menyediakan fasilitas dan informasi untuk komputer client. Selain itu, komputer server juga berfungsi untuk mengelola suatu jaringan komputer.

    Maka dari itu, tipe komponen yang digunakan oleh komputer server harus memiliki spesifikasi yang lebih tinggi dari komputer client.

    Berdasarkan fungsinya, server dibedakan menjadi 2 macam :

    • Dedicated Server : merupakan server yang khusus berfungsi sebagai sentral pengendali sebuah jaringan komputer.
    • Non-dedicated server : merupakan komputer yang bisa berperan sebagai server maupun sebagai client.

    Jenis-jenis server terbagi menjadi 4 :

    1. disk server
    2. printer server
    3. file server
    4. terminal server

  2. Workstation/ Komputer Client

    Komputer client merupakan komputer-komputer yang dapat menggunakan/ mengakses layanan yang disediakan oleh komputer server. Komputer client bisa juga disebut sebagai workstation/ node.

  3. LAN Card atau NIC (Kartu Jaringan)



    Pemasangan LAN Card atau NIC bertujuan agar sistem jaringan antar server dengan workstation, dapat saling terhubung. Ada beberapa tipe NIC, yaitu ISA, PCI dan EISA.

    Sebenarnya, ada 2 fungsi utama dari kartu jaringan :

    • komponen yang menghubungkan kabel jaringan dengan komputer
    • komponen yang memiliki kode tertentu yang unik dan menyediakan pengalamatan secara fisik.

  4. Konektor



    Hardware yang digunakan untuk menghubungkan antara port LAN Card dengan kabel.

    Konektor ini lebih dikenal dengan istilah RJ45. Selain itu, RJ45 juga merupakan konektor standar untuk kabel UTP.

    RJ45 dipasang di kedua ujung kabel dengan menggunakan alat penjepit (crymping tool)

  5. Kabel Jaringan

    Seperti yang kita tahu, kabel merupakan kebutuhan pokok yang sangat diperlukan untuk membangun sebuah jaringan.

    Selain jenis-jenis kabel, jarak dan kecepatan dari kabel tersebut juga harus diperhatikan. Berikut beberapa contoh kabel yang biasa digunakan untuk pembangunan jaringan :

    1. Kabel Coaxial



      Merupakan kabel yang umum digunakan dan cara pemasangannya pun mudah.

    2. Kabel UTP



      Kabel jenis ini makin banyak digunakan karena harganya yang lumayan terjangkau dan kemampuannya yang bisa diandalkan.

    3. Kabel Fiber Optic



      Kabel Fiber Optic memang memiliki kecepatan transfer data yang sangat tinggi. Akan tetapi, harganya masih terlalu mahal. Jadi, hanya perusahaan dan kantor-kantor besar saja yang memakai kabel jenis ini.

      Pada prinsipnya, jarak antar terminal, jenis topologi yang digunakan serta biaya, menjadi bahan pertimbangan untuk memilih jenis kabel.

  6. HUB



    HUB digunakan untuk menyatukan kabel-kabel jaringan dari workstation, server maupun perangkat lainnya. HUB bersifat fleksibel. Karena setiap saat, kita bisa menambahkan client tanpa mengganggu operasi jaringan.

  7. Switch



    Berbeda dengan HUB yang melanjutkan paket data ke semua port workstation, Switch hanya melanjutkan paket data ke port penerima yang dituju.

    Itulah sebabnya mengapa Switch sering dikatakan lebih cerdas daripada HUB. Switch ada yang menggunakan kabel ataupun yang tanpa kabel (wireless)

  8. Router



    Untuk menyambungkan 2 jaringan yang berbeda, kita memerlukan router. Router berfungsi sebagai jembatan antara kedua jaringan tersebut.

    Contoh dari kedua jaringan yang berbeda tersebut misalnya jaringan LAN dengan internet. Atau bisa juga jaringan LAN yang berbeda subnet.

    Cisco router, merupakan salah satu contoh dari router.

Oleh : Nira Kunea
#berbagai_sumber
#source image : Google


Related Posts :