Senin, 19 Mei 2014

Mengenal Lebih Jauh IP Address pada Jaringan Komputer

IP Address [Internet Protokol Address] merupakan salah satu hal penting dalam jaringan komputer. IP Address sendiri merupakan metode yang digunakan untuk memberikan penomoran untuk jaringan. Baik untuk yang sifatnya private [jaringan intranet] maupun publik [internet].

IP Address ini dibagi menjadi 5 kelas, yaitu kelas A, B, C, D dan kelas E. Di mana perbedaan tiap kelas terletak pada ukuran dan jumlah jaringan.

Kebanyakan IP Address kelas A digunakan untuk membangun jaringan yang memiliki banyak host. Untuk kelas B, digunakan untuk jaringan besar dan medium. Sementara kelas C digunakan untuk pembagian jaringan yang banyak tetapi memiliki jumlah host yang sedikit.

Sementara untuk kelas D dan E sangat jarang digunakan karena kelas-kelas ini diperuntukkan bagi jaringan multicast dan eksperimental [riset].

Untuk format penomoran alamat IP menggunakan bilangan biner 32 bit di mana setiap 8 bit-nya dipisahkan oleh tanda titik. Setiap 8 bit-nya juga disebut sebagai 1 oktet.

Contoh : 11000000.00001010.00011110.00000010

Setiap alamat IP memiliki 2 field, yaitu :

1) Field Net ID (Network ID)

Alamat jaringan logika untuk mengidentifikasikan sebuah area network.

2) Field Host ID

Alamat devices logical yang secara khusus digunakan untuk mengidentifikasikan host pada jaringan.

-Pembagian Kelas IP Address

  1. IP Address kelas A
    • Terdiri dari 26.777.214 host
    • Format : NNNNNNNNN.HHHHHHHHH.HHHHHHHHH.HHHHHHHH (N : Net ID, H : Host ID)
    • Bit pertama bernilai 0, di mana 8 bit pertama (1 oktet) sebagai Net ID dan 24 bit (3 oktet) sebagai Host ID
    • Oktet pertama berkisar antara 0 – 127
    • Memiliki 126 jaringan kelas A
    • Range IP Address = 1.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx sampai dengan 126.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx

  2. IP address kelas B
    • Terdiri dari 65.532 host
    • Format : NNNNNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHHH.HHHHHHHH (N : Net ID, H : Host ID)
    • Bit pertama bernilai 10, di mana 16 bit pertama (2 oktet) sebagai Net ID dan 16 bit (2 oktet) sebagai Host ID
    • Oktet pertama berkisar antara 128 - 191
    • Memiliki 16.384 jaringan kelas B
    • Range IP Address = 128.0.xxxxxxxx.xxxxxxxx sampai dengan 191.255.xxxxxxxx.xxxxxxxx

  3. IP Address kelas C
    • Masing-masing jaringan mendukung 256 host
    • Format : NNNNNNNNN.NNNNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH (N : Net ID, H : Host ID)
    • Bit pertama bernilai 110, di mana 24 bit pertama (3 oktet) sebagai Net ID dan 8 bit (1 oktet) sebagai Host ID
    • Oktet pertama berkisar antara 192 - 223
    • Memiliki 2.097.152 jaringan kelas C
    • Range IP Address = 192.0.0.xxxxxxxx sampai dengan 255.255.255.xxxxxxxx

- Subnet Mask

Setiap jaringan TCP/IP memerlukan nilai subnetmask untuk menentukan jaringan yang dimaksud adalah jaringan lokal atau jaringan nonlokal.

Untuk jaringan nonlokal berarti harus mentransmisikan paket data melalui router.

Subnetmask juga berfungsi untuk menyaring IP Address dan paket data yang keluar masuk jaringan tersebut.

Masing-masing subnetmask merupakan bitgroup dari semua Host ID dari porsi IP Address yang ditunjukkan dengan nilai 0.

Contoh : Alamat IP Kelas C 192.12.13.10, bilangan binernya 11111111.11111111.11111111.00000000 atau bisa ditulis dengan bilangan desimal 255.255.255.0

Berikut merupakan subnetmask untuk setiap kelas IP :

IP Address Bit Subnet Subnet Mask
Kelas A 11111111.00000000.00000000.00000000 255.0.0.0
Kelas B 11111111.11111111.00000000.00000000 255.255.0.0
Kelas C 11111111.11111111.11111111.00000000 255.255.255.0

- Network Address

Network Address digunakan untuk mengenali suatu network pada jaringan internet. Untuk menentukan suatu network address, cukup dengan mengubah bit Host ID ke angka nol (0) dalam bilangan binernya.

- Broadcast Address

Broadcast digunakan untuk mengirim atau menerima informasi yang diketahui oleh seluruh host pada jaringan.

Selain IP Address, host juga memiliki IP Broadcast untuk menerima paket data.

Nilai Broadcast Address ini bisa diperoleh dengan mengubah bit-bit Host ID menjadi angka 1 semua (dalam bilangan biner).

Untuk lebih jelasnya, silakan perhatikan contoh di bawah ini :

IP Address : 182.14.5.7 (kelas B)
Dinyatakan dalam biner : 10110110.00001110.00000101.00000111
Host ID : 5.7
Network ID : 182.14
Subnet Mask : 255.255.0.0
Network Address : 182.14.0.0 [diperoleh dengan cara mengubah seluruh angka host ID menjadi 0 - 10110110.00001110.00000000.00000000]
Broadcast Address : 182.14.255.255 [diperoleh dengan cara mengubah seluruh angka host ID menjadi 1 - 10110110.00001110.11111111.11111111]

Oleh : Nira Kunea


Related Posts :