Selasa, 19 Agustus 2014

Jaringan Akses Fiber Optik (part 2)

Pada pembahasan sebelumnya, dijelaskan dua tipe arsitektur jaringan akses fiber optik yaitu arsitektur jaringan aktif dan arsitektur jaringan pasif. Arsitektur jaringan aktif mengacu pada konfigurasi point to point kabel optik dan atau konfigurasi star (point to multipoint). Sedangkan untuk arsitektur jaringan pasif, berbasis passive optical network (PON). Saat ini dari dua tipe arsitektur jaringan fiber optik di atas, yang paling dominan digunakan ialah arsitektur jaringan pasif. Salah satunya PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk, menggunakan jaringan pasif guna mendukung implementasi teknologi FTTx.

1. Kabel Fiber Optik

Teknologi FTTx ialah suatu format penghantaran isyarat optik dari pusat penyedia (provider) ke kawasan pengguna dengan menggunakan serat optik sebagai medium penghantar. Kemunculan teknologi ini sebagai akibat dari dorongan keinginan masyarakat (pelanggan) untuk mendapatkan layanan yang dikenal dengan istilah Triple Play Service, yaitu layanan akan akses internet yang cepat, suara (jaringan telepon, PSTN) dan video (TV Kabel) dalam suatu infrastruktur pada unit pelanggan. Beberapa istilah lain dari teknologi FTTx yang sering diimplementasikan di antaranya; Fiber To The Home (FTTH) yaitu fiber optik sampai ke rumah-rumah pelanggan, Fiber to The Office (FTTO) atau jaringan fiber untuk kantor, fiber optik sampai ke gedung-gedung atau Fiber To The Building (FTTB), dan Fiber To The Curb (FTTC) membawa fiber optik ke operator node yang dekat dengan pengguna atau Fiber To The Node (FTTN) membawa fiber optik ke node terdekat di sisi sentral.



Perbedaan penyebutan dalam FTTx adalah didasarkan pada penempatan titik konversi optik atau Optical Network Unit (ONU) pada masing-masing teknologi. FTTH dan FTTO menempatkan dan mensetting ONU di dalam rumah atau kantor atau di suatu lokasi yang dekat dengan terminal pelanggan. Berbeda dengan FTTH / FTTO, FTTB menempatkan ONU pada koridor sebuah gedung. Sementara itu, pada FTTC ONU ditempatkan di curb dan letaknya jauh dari pelanggan.

2. Jaringan Kabel Fiber Optik

1. Fiber To The Home (FTTH)

Penempatan perangkat pada teknologi FTTH diantaranya ialah PON OLT dipasang di central office. Sementara itu, splitter dipasang di luar bangunan, di dinding atau kabinet outdoor. Apabila gedung bertingkat sebuah splitter dapat digunakan untuk melayani beberapa tingkat sekaligus. Namun pada umumnya splitter akan dipasang di tengah-tengah area layanan untuk menghemat penggunaan fiber optik.

Sementara itu, letak ONU yang membedakan dengan teknologi FTTx lainnya disetting di rumah-rumah pelanggan dan langsung dihubungkan ke pesawat pelanggan melalui kabel tembaga indoor atau IKR di dalam rumah. Ordenya dapat mencapai puluhan meter menyesuaikan dengan dimensi rumah pelanggan. Interface yang dibutuhkan pada ONU diantaranya ialah POTS, FE/GE, Wifi dan RF. Sedangkan bandwidth yang disediakan per pelanggan berkisar 10 – 100 Mbps.

2. Fiber To The Office (FTTO)

Aplikasi FTTO ini mirip dengan implementasi pada FTTH, hanya saja jarak ONU dengan perangkat pelanggan pada FTTO dapat mencapai 50 m.

3. Fiber To The Building (FTTB)

FTTB menempatkan PON OLT sama seperti FTTH yaitu pada central office, basement atau ruang perangkat jika diinstall di gedung. Splitter terpasang di dalam gedung untuk melayani beberapa lantai sekaligus. Sedangkan ONU tersetting di basement atau di tiap lantai tergantung pada jumlah pelanggan serta efektivitas layanan. Pada FTTB, Interface yang dibutuhkan ONU antara lain POTS, FE/GE, E1, ADSL/ADSL2/ADSL2+, VDSL2, dan SHDSL. Untuk besar bandwidth yang disediakan ialah setiap terminal menggunakan rasio pembagi bandwidth, umumnya antara 50-100 Mbps untuk setiap pelanggan.

4. Fiber To The Curb (FTTC)

PON OLT pada FTTC juga dipasang pada central office, sama seperti FTTH/FTTO ataupun FTTB. Adapun splitter terpasang di luar gedung. ONU tersetting di basement atau curb, ataupun terpasang di tiang atau outdoor cabinet untuk melayani pelanggan perumahan. Sama seperti teknologi FTTx lainnya, ONU FTTC membutuhkan interface berupa POTS, FE/GE, E1, ADSL/NADSL2/ ADSL2+, VDSL dan SHDSL. Menggunakan rasio pembagi bandwidth di setiap terminal, FTTC mampu menyediakan bandwidth berkapasitas antara 100 Kbps-100 Mbps untuk setiap pelanggan.

Berikut ini akan ditampilkan tabel perbandingan teknologi FTTx yaitu teknologi FTTH, FTTO, FTTB dan FTTC (Utomo, 2010).

Perbandingan
FTTH
FTTO
FTTB
FTTC
Kapasitas ONU
1-4 Port
1-4 Port
Puluhan
Ratusan
Jarak OLT ke ONU
< 20 km
< 20 km
< 20 km
5 km – 100 km
Jarak ONU ke User
0 – 20 m
0 – 50 m
< 500 m
1 – 3 km
Bandwidth per user
100 Mbps
100 Mbps to GE
100 Mbps
2 to 25 Mbps
Interface ONU
FE, POTS, WiFi, RF
FE / GE, TDM, WiFi
FE, POTS, VDSL2, TDM
POTS, ADSL/ADSL2+, VDSL
Tipe ONU
SFU
SBU
MDU / MTU
ONU (Kapasitas Besar)

Oleh : Vierta Saraswati
Gambar:
1. ...
2. http://mandorkawat2009.files.wordpress.com/2009/10/image350.png

REFERENSI
Hamdani, Arief. “Jaringan Akses Fiber”. http://www.elektroindonesia.com. diakses pada 28 Juni 2014.
Muzayyinah. 2010. “Jaringan Lokal Akses Fiber Optik”. http://muzayyinahns.blogspot.com. diakses pada 28 Juni 2014.
Utomo, Iwan Gustopo. 2010. “Literatur Analisa Implementasi Teknologi Jaringan Kabel Optik”. Jakarta : FT Universitas Indonesia.


Related Posts :